kpi-keluarkan-edaran-pelaksanaan-siaran-saat-ramadhan-ada-sanski-bagi-yang-melanggar-1

Info

KPI Keluarkan Edaran Pelaksanaan Siaran Saat Ramadhan, Ada Sanski Bagi yang Melanggar

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

TABLOIDBINTANG. COM   –  Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Siaran Di dalam Bulan Ramadan.

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, mengucapkan maksud dan tujuan lantaran edaran ini adalah untuk menghormati nilai-nilai agama bersangkutan dengan pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadan.  

“Edaran ini juga sebagai pemberi panduan bagi KPI Kawasan dalam sosialisasi dan perlindungan terhadap lembaga penyiaran terpaut pelaksanaan siaran di kamar Ramadan, ” kata Mulia.

Surat edaran ini dikeluarkan setelah memperhatikan hasil keputusan Rapat Koordinasi dalam rangka menyambut Ramadan 1442 H agenda 10 Maret 2021 lulus yang dihadiri KPI, Departemen Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, dan peserta lembaga penyiaran.  

KPI Pusat meminta kepada segenap lembaga penyiaran agar menggubris beberapa hal-hal sebagai beserta:

1. Lembaga Penyiaran wajib memperhatikan peraturan terkait penghormatan nilai-nilai agama, kesopanan, etik, dan kepatutan siaran/tayangan di rangka penghormatan nilai-nilai kamar suci Ramadan.

2. Di dalam bulan Ramadan terjadi mutasi pola menonton televisi dan mendengarkan radio,   lembaga penyiaran diimbau lebih saksama mematuhi ketentuan-ketentuan P3SPS terkait prinsip perlindungan anak serta remaja pada seluruh tanda siaran.

3. Menambah periode dan frekuensi program bermuatan dakwah.

4. Mengutamakan penggunaan dai/pendakwah kompeten, kredibel, tidak terkait organisasi terlarang sama dengan telah dinyatakan hukum di Indonesia, dan sesuai secara standar MUI, serta dalam penyampaian materinya senantiasa menjunjung nilai-nilai Pancasila dan ke-Indonesiaan.  

5. Menayangkan/menyiarkan bang magrib sebagai tanda berbuka puasa dan menghormati waktu-waktu penting selama bulan Bulan berkat seperti waktu sahur, imsak, dan azan subuh pantas waktu di wilayah layanan siaran masing-masing.

6. Menghiraukan kepatutan busana yang dipakai presenter, host, dan/atau pendukung/pengisi acara.

7. Tidak menampakkan pengonsumsian makanan dan/atau minuman secara berlebihan (close up atau detail) yang bisa mengurangi kekhusyukan berpuasa.

8. Lebih berhati-hati dalam menampilkan candaan (verbal/nonverbal) dan tak melakukan adegan berpelukan/bergendongan/bermesraan dengan lawan jenis pada seluruh program acara baik yang disiarkan secara live (langsung) maupun tapping (rekaman).

9. Tidak menampilkan gerakan awak, dan/atau tarian yang bersangkutan erotis, sensual, cabul, molek secara perseorangan maupun beserta orang lain

10. Tak menampilkan ungkapan kasar dan makian yang memiliki makna jorok/cabul/vulgar, dan/atau menghina keyakinan dan nilai-nilai keagamaan.

11. Tidak menampilkan pengisi rencana yang berpotensi menimbulkan mudarat/keburukan bagi khalayak kecuali ditampilkan sebagai orang yang menemukan kebaikan hidup (insaf ataupun tobat) atau inspirasi kesibukan dengan tetap memperhatikan batasan-batasan privasi dan penghormatan petunjuk lain; dan

12. Berselirat ketentuan point 2, selama bulan Ramadan lembaga pancaran diminta untuk tidak menghadirkan muatan yang mengandung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), hedonistik, mistik/horor/supranatural, pengerjaan hipnotis atau sejenisnya, mengeksploitasi konflik dan/atau privasi seseorang, bincang-bincang seks, serta isi yang bertentangan dengan norma kesopanan dan kesusilaan.

13. Lebih berhati-hati dalam menyediakan muatan yang berisi perbedaan pandangan/paham tertentu dengan membawa narasumber yang kompeten serta dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak menimbulkan perdebatan atau keributan di masyarakat, sebagaimana ketentuan Pasal 7 Peraturan Bayaran Penyiaran Indonesia Nomor 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Pancaran;    

14. Institusi penyiaran wajib menerapkan protokol kesehatan dalam rangka menekan laju persebaran Covid-19 sebagaimana Keputusan KPI Pusat Nomor 12 Tahun 2020 mengenai Dukungan Lembaga Penyiaran di dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Persebaran Covid-19.

Lembaga pancaran yang tidak melaksanakan keyakinan di atas, akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan KPI sama dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Artikel ini diambil dari laman KPI. go. id.