10 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan kepada Orang yang Sakit

Info

10 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan kepada Orang yang Sakit

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Saat pelajaran teman atau kerabat mengalami sakit, seringkali tanpa sadar kita bersikap berlebihan, misal, menangis tersedu-sedu. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Zaman mengetahui teman atau kerabat menjalani sakit , seringkali tanpa sadar kita bersikap kelewatan, misal, menangis tersedu-sedu. Hati-hati, tingkah laku yang semula ditujukan untuk membuktikan simpati, salah-salah justru membuat karakter yang sakit tidak nyaman atau mungkin malah merasa down . Ini jelas berisiko memperparah sakit yang diderita. Sedikit pun jauh dari kesan memberi pertolongan.

Oleh karenanya, kita harus bersikap dengan tepat. Jangan sembarangan menebar simpati hanya agar terlihat baik & perhatian. Karena orang sehat tidak pernah benar-benar tahu rasanya menjelma si sakit, kecuali pernah ataupun sedang mengalami sakit yang sesuai.

Beserta ini beberapa contoh perkataan dengan tidak boleh diucapkan kepada itu yang sedang rendah . Mari dibaca baik-baik.

“Aku sungguh menyesal”

Tidak ada orang yang mau dikasihani, orang yang sedang sekarat sekalipun. Serta jangan lakukan ini, walau cuma lewat tatapan mata atau secara genggaman tangan.

“Kalau ada karakter yang bisa mengalahkan penyakit tersebut, itu kamu”

Tidak perlu diberi semangat pun, mereka pasti ingin menang melawan penyakit. Tapi, dalam kenyataannya, mereka hanya bisa berserah. Jadi ungkapan ini sangat tidak perlu.

“Kamu terlihat oke”

Alih-alih tersenyum gembira, Anda hanya hendak mendapatkan senyuman getir di wajah mereka. Berbohong untuk menyenangkan amat tidak diperlukan.

“Kamu terlihat kacau”

Ah, perlukah memperjelas apa yang sudah jelas? Tidak perlu mengungkapkannya jika tidak mau mereka merasakan kesedihan yang semakin menjadi.

“Kasih tahu, ya hasil tesnya”

Lantas jika Anda sudah mengetahui hasilnya, apakah akan langsung memasang paras sedih? Dan, ya, orang yang tetap ingin tahu tidak dibutuhkan pada sini.  

“Kamu butuh apapun, katakan saja”

Ungkapan ini sangat terdengar membosankan dan penuh basa-basi. Kalau si sakit tiba-tiba meminta uang satu miliar, apakah bakal diberikan?

“Oh, tidak, yang awak takutkan selama ini terjadi juga”

Misalnya, rambut yang mulai bersalin kulit setelah beberapa sesi kemoterapi. Tinjauan Anda hanya akan menambah kecemasan dan itu tidak menyehatkan.  

“Rasanya (misal) kemoterapi seperti apa? ”

Anda sungguh ingin terang atau hanya ingin tahu seberapa menderita dia yang sedang kecil?

“Aku benar-benar ingin ketemu kamu”

Mereka yang sedang sakit sungguh tidak mau mendengar betapa sibuknya Anda sampai-sampai tidak sempat menjenguk. Masa memang tidak bisa, tidak perlulah berbasa-basi.

“Rasanya mau marah mengetahui kamu sakit”

Sungguh, ini suatu sikap empati yang terdengar berlebihan. Apalagi jika mengatakannya sambil dibarengi air mata yang bercucuran. Langsung, apakah mereka yang sedang sakit harus meminta maaf untuk Kamu yang merasa terguncang?

Rekomendasi